Di ujung rindu ada tangis yang berlindung di
balik senyum
Kau telah mengajakku ke puncak bukit, ke
puncak gunung, ke bintang-bintang
Ajariku berbaring walau semak begitu tinggi
dimata mengusik telinga
Hembusan angin membelai lembut
Keringat juga ingin berbaring di nadir
terendah
Helaan nafas panjang saat semua hening
Saat ku terbangun diantara semak ini
Ternyata kau telah pergi
Sesak di ujung dada
Ingin begitu lantang ku berteriak
Saat ku menggali dalam diri
Rumput tersenyum dalam sesalku
Air tersenyum dalam rapuhku
Angin tersenyum dalam dukaku
Mereka mendengar
Setiap derap langkah waktu berisikan
perjuangan
Semudah itukah kau sudahi semua ini
Beriring senja yang beranjak pulang
Terdengar nada indah
Diantara dawai gitar yang saling menyapa
Gerai hujan tak henti mengetuk relung hati
Yang telah tertidur begitu lama
Menangisi kisah itu bercanda
Senyum bintang yang begitu pekat malam ini
Terlalu indah jika dihiasi air mata
Ketika kau kunci rapat hatimu, sangat rapat
hingga tak berjarak
Namun rindu yang kan membukanya
Walau tersimpan dan dibingkai amarah
Hingga sejengkal surya yang tersisa
Sekuat apapun kau menolak
Hingga meledak bom waktu di punggungnya
Tak dapatkah kau menentang takdir
Jodoh pasti bertemu