Selasa, 17 Maret 2015

SEBUAH NAMA

SEBUAH NAMA
Karya Dasta Hariansyah

Sinar sang fajar menyingsing
menerobos dinding yang begitu usang di pagi hari
Bagaikan pisau menyayat dua bola mata
Akupunterbangun dari malam yang menjagaku

Saat ku membuka mata
Terselip sebuah nama
Termenung berfikir dan terbayang

Nada cinta mengelayut
Seiring runtuhnya jiwa
di lorong-lorong yang bisu

Kini…
Nama itu tlah bersama orang lain
Dan aku tak tahu
Apakah rasa itu masih terjaga di hatinya

Sepi dalam cinta

Mungkin, karena cinta dilahirkan dari rahim sunyi
Maka aku akan dipulangkan padanya
Sebab tubuh tlah menemukan jodohnya sendiri
Menggali kenangannya sendiri

Ku coba bangkit
Namun begitu perih ketika hati terluka
Hanya menunggu waktu dan kenangan
Meleleh dipunggungku

Hingga putri malam duduk di singgasana menggantikan mentari
Nama itu akan selalu ada
Nama itu akan tetap ada dihatiku

Mencoba menghilang dalam kenyataan perasaan
Untuk tak lagi terbuai

Berharap kesepian jatuh
Bagai tahun-tahun yang lepas dari ingatan
Sepi menjadi tugu
Anak kemari sore yang kehilangan masa lalu

Sebuah nama yang pergi dari rasaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar