SEBUAH NAMA
Karya Dasta Hariansyah
Sinar sang fajar menyingsing
menerobos dinding yang begitu usang di pagi hari
Bagaikan pisau menyayat dua bola mata
Akupunterbangun dari malam yang menjagaku
Saat ku membuka mata
Terselip sebuah nama
Termenung berfikir dan terbayang
Nada cinta mengelayut
Seiring runtuhnya jiwa
di lorong-lorong yang bisu
Kini…
Nama itu tlah bersama orang lain
Dan aku tak tahu
Apakah rasa itu masih terjaga di hatinya
Sepi dalam cinta
Mungkin, karena cinta dilahirkan dari rahim sunyi
Maka aku akan dipulangkan padanya
Sebab tubuh tlah menemukan jodohnya sendiri
Menggali kenangannya sendiri
Ku coba bangkit
Namun begitu perih ketika hati terluka
Hanya menunggu waktu dan kenangan
Meleleh dipunggungku
Hingga putri malam duduk di singgasana menggantikan mentari
Nama itu akan selalu ada
Nama itu akan tetap ada dihatiku
Mencoba menghilang dalam kenyataan perasaan
Untuk tak lagi terbuai
Berharap kesepian jatuh
Bagai tahun-tahun yang lepas dari ingatan
Sepi menjadi tugu
Sebuah nama yang pergi dari rasaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar